Saumlaki,Skandal
Pembangunan Median Jalan Ir Soekarno KKT Saumlaki yang di kerjakan CV Virgo Abadi molor, tidak sesuai kontrak kerja nomor : 7621/47/Kontrak/Pemb Median jalan Ir Soekarno/DAU/2019.
Kabid Bina Marga,Petrus Kelbulan membenarkan keterlambatan tersebut saat ditemui wartawan Skandal di ruang kerjanya,Jumat 6/12.
"Iya, memang betul, tidak sesuai kontrak," tegasnya.
Menurut dia, proyek pembangunan Median Jalan Ir Soekarno dimulai 27/5/2019 dan berakhir 22/11/2019. Meski sudah berakhir, namun ada perpanjangan ( Adendum) 50 hari sesuai dengan Aturan /Pepres.
Lagipula, proyek Pembangunan Median jalan Ir Soekarno bersumber dari Dana Alokasi Umum ( DAU ) dengan Nilai Kontrak Rp 2.375.000.000 juta, di kerjakan oleh Thiodorus Gaspers Direktur CV Virgo Abadi. Dananya sudah dicairkan sebesar 60 %
"Progres pekerjaan pembagunan sudah 90%, masih kurang 10%. Dipastikan pekerjaannya akan selesai akhir Desember," ungkap Petrus Kelabilan.
Dijelaskan, keterlambatan itu salah satunya akibat keterlambatan pengiriman semen dari Surabaya, sehingga terjadi kelangkaan semen di Saumlaki.
"Setelah kita evaluasi ada juga kekurangan tenaga kerja oleh pihak kontraktor. Ini yang mengakibatkan pekerjaan pembangunan Median Jalan Ir Soekarno belum selesai tepat waktu," tutur Petrus kelbulan.
Karena terlambat, maka sebagai konsekwensi kontraktor kena pemotongan sebesar seper 1000 per hari dari hasil sisa pekerjaan yang diluncurkan.
Dia menguraikan, laporan masyarakat dan juga wartawan Skandal terkait mutu pekerjaan sudah dievaluasi dan ditindak lanjuti bersama diTim TP4D Kejaksaan yang langsung turun ke lapangan sebayak 2 kali. "Semua telah di benahi," tegas Kabid mengakhiri. (Tan 1 ).